Museum Sains

Di waktu yang cukup singkat di London, kami memutuskan mengunjungi beberapa museum, dan berjalan2 di taman serta di tempat menarik lainnya. Tentu akibatnya tempat2 yang sudah terlalu umum, seperti Buckingham Palace, London Tower, Trafalgar Square, dll, jadi harus dilewati :). It’s OK. Lain hari bisa jalan2 lagi.

Setelah Observatorium Greenwich, museum berikutnya yang kami kunjungi adalah Tate Modern Art Museum. Ini terletak di dekat Millenium Bridge yang memang arsitektur modern-nya mengesankan. Metal. Untuk membuatnya kontras, dari atas jembatan itu kita bisa melihat Katedral St Paul, salah satu landmark London yang — seperti juga Observatorium Greenwich — diarsitekturi oleh Sir Christopher Wren. Menyusuri Thames di bawah mendung London, kami memutuskan mengunjungi saja Science Museum di South Kensington.

Museum ini cukup mudah ditemukan — kan ada GPS. Ia bersebelahan dengan Natural History Museum. Wow, dua pusat sains yang menarik. Satu ke arah saintek, dan satu ke arah biologi evolusioner. Dua2nya gratis. Baru sadar bahwa museum2 di London memang umumnya gratis, termasuk Observatorium Greenwich, dan British Museum yang kami kunjungi esoknya. Museum sains sendiri cukup besar. Tak mungkin dihabiskan dalam waktu setengah hari saja. Jadi kami harus memilih lantai2 (tema2) yang akan kami pelajari. Mendadak jiwa primordial kambuh. Dunia matematika dan komputer aja ah :).

Matematika? Wow, permodelan yang menarik. Dari bangun2, simbol2. Lalu sesuatu yang mengingatkan pada masa kuliah: komputasi analog. Haha. Kasus 1: Komputer Ekonomi Phillips. Komputer ini menggunakan fluida (cairan) untuk menunjukkan aliran ekonomi. Aliran uang. Katup2 penahan menunjukkan berbagai model yang bisa diatur: pajak, suku bunga, dll, yang akan mempengaruhi tinggi fluida di berbagai pipa: tingkat pertumbuhan, daya beli, investasi, dll. Sungguh menarik bahwa makroekonomi bisa dimodelkan cukup dengan selang2 air.

Benda analog lain adalah analisis harmonik Kelvin. Kelvin menggunakan perangkat seperti di bawah ini untuk melakukan analisis cuaca. Parameter seperti suhu dan tekanan udara yang merupakan efek2 atmosferik diukur dengan pendekatan keseimbangan, dengan mempertimbangkan aspek non-ekuilibrium dinamis dari berbagai parameter. Ini diajukan Laplace. Kelvin memperbaiki dengan menggunakan analisis Fourier. Transformasi Fourier dilakukan dengan perangkat analog seperti di bawah sampai terukur 6 komponen. Piringan2 berseri berputar dihubungkan ke pengukur. Fyuh, transformasi Fourier dilakukan secara analog :). dan demikianlah Kelvin mengukur keseimbangan cuaca.

Dan tentu kita juga harus melihat dan mengagumi komputer-komputer dari Charles Babbage: Differential Engine dan Analytical Engine.

Barulah kemudian ke perangkat2 digital: komputer2 pertama, perangkat2 telekomunikasi pertama, PC pertama, dll, dll …

… dan perangkat-perangkat yang lebih baru.

Kebetulan di ruang sebelah juga ada pameran mengenai 1001 Penemuan dalam Budaya Islam. Menakjubkan. Kita tahu bahwa budaya Islam mendorong dan mempengaruhi perkembangan sains Eropa secara signifikan. Tapi pameran di museum ini menunjukkan banyak hal yang belum tercatat di buku2 sejarah yang aku baca.

Arsitektur. Adalah budaya Islam yang mengawali arsitektur sebuah kota, lengkap dengan sistem sanitasi (distribusi air bersih dan air kotor). Arsitektur bangunan gaya Timur Tengah mempengaruhi arsitek2 Eropa, termasuk Sir Christopher Wren sendiri (menjelaskan mengapa Katedral St Paul bentuknya semacam itu). Kedokteran, dari operasi organ dalam, operasi katarak, operasi tulang, sudah dilakukan bahkan sejak sebelum  zaman Robin Hood. Rumah Sakit sudah memiliki manajemen yang terkelola rapi. Pameran yang menakjubkan, bahwa hal2 yang kita alami hari2 ini, selain Internet, bukanlah hal2 yang terlalu baru, dan tidak seluruhnya Europe-centric. Tapi … belajar hal semacam ini … kenapa tetap harus ke London yach? :D
Dan … oh, kami akhirnya keluar dari museum sains ini karena sudah diusir. Sudah jam tutup. Haha. Waktunya jalan2 malam di pusat London.

Leave a Reply