Belanja Oleh-Oleh

Kunjungan ke UK bulan lalu memang sebenarnya sangat singkat. Terlalu singkat, sampai tak memiliki waktu yang memadai sekedar untuk beli oleh-oleh. Kalau dipikir sih, bahkan tidak ada waktu sekedar untuk menulis Twitter. Blog sempat diisi, memaksa diri, di gelap malam atau di dalam bis — yang sebenarnya mengurangi waktu istirahat yang singkat dan berharga. Soal oleh2, selain waktu tak banyak, juga dana yang tersedia tak banyak lagi. Gara2 letupan gunung itu sih, haha, dan aku jadi harus keluar dana dua kali untuk transportasi dll. Oh ya, tanpa banyak beli2 pun, bawaan kami tepat di batas overweight :).

Souvernir2 yang sempat kami beli tak banyak. Unik, karena sebagian besar dibeli di tempat unik. Bukan di toko souvenir, tetapi di berbagai museum yang kami kunjungi. Memang tak semurah souvenir di jalan2 dan di toko2 souvenir. Mungkin aku pernah cerita bahwa seluruh museum di London yang kami kunjungi ternyata tidak memungut biaya masuk. Donasi dipersilakan — ada tempat khusus untuk itu. Mereka mencari dana pemeliharaan, selain dari pajak, juga dari donasi, pameran (pameran umumnya berbayar), dan dari menjual souvenir.

Lucunya, sekian minggu setelah aku pulang, aku baru sadar bahwa sebenarnya berbagai souvenir yang aku beli di museum2 itu, bisa juga dibeli secara online. Jadi, kalau kondisi ketebalan dompet sudah pulih, sebenarnya aku bisa beli lagi souvenir2 yang masih kurang itu, di toko2 online museum2 itu.

Ikutan mengunjungi yuk!

Satu lagi dari Thirsk:

Belanja yuk.

Leave a Reply