Browsed by
Author: Koen

Europe 2019 Plan

Europe 2019 Plan

Tahun ini, kami merencanakan perjalanan keliling Eropa lagi. Dan kali ini, kami coba mengarah lebih timur lagi. Rencana jalur perjananan: Paris — tentu saja masih banyak artifak budaya yang belum dituntaskan di satu kota berjuta cerita ini. Kali ini kami akan berfokus pada kawasan Rive Gauche. Genève — mengamati bagian Swiss yang berbudaya Perancis (khususnya Arpitan), dibandingkan kunjungan ke Zürich beberapa tahun lalu. Jika memungkinkan, akan disempatkan jalan ke Lausanne juga. Firenze — ibukota renaissance, juga sekaligus ibukota Tuscany /…

Read More Read More

Parsifal

Parsifal

IEEE Sections Congress tahun ini berlangsung di Sydney, Australia. Jika tiga tahun lalu aku menghadiri congress serupa di Amsterdam sebagai Ketua IEEE Indonesia Section, maka tahun ini aku hadir di Sydney sebagai anggota Excom dari IEEE Region 10 (Asia Pacific). Aku terbang dari Jakarta ke Sydney dengan Garuda Indonesia, transit di Denpasar. Kegiatan IEEE sendiri cukup padat, dan akan ditulis di blog lain — andai sempat. Tapi, senyampang hadir di Sydney, aku meluangkan waktu berkunjung ke Sydney Opera House. Lihat…

Read More Read More

Méridien de Paris

Méridien de Paris

Biasanya aku mengaitkan sebuah kota dengan sebuah buku, sepotong musik, atau seorang tokoh. Tapi kota Paris punya sejarah panjang dan cerita yang kompleks. Beberapa kunjungan sebelumnya aku kaitkan dengan para filsuf, para ilmuwan, para penulis. Kali ini, aku mengambil tema seorang tokoh bernama François Arago. Arago adalah seorang matematikawan, fisikawan, astronom, dan politisi Perancis. Di sekitar masa revolusi Perancis, ia bahkan sempat beberapa bulan menjadi semacam Perdana Menteri Perancis. Dalam bidang fisika, ia menjadi kontroversi saat mendukung teori cahaya sebagai gelombang….

Read More Read More

Nihonjin

Nihonjin

Tulisan yang terlambat beberapa tahun. Tapi rasanya masih punya hutang kalau belum ditulis di sini. Plus nantinya beberapa versi buat negara lain. Jadi, ini kesan atas orang-orang di Jepang, dalam amatan bulan Juni 2011. Imigrasi Haneda Petugas imigrasi (cowok, usia sedang) benar-benar memeriksa di hotel mana aku akan menginap malam itu. Waktu itu, hampir tengah malam. Dan aku memutuskan menunggu Shinkanzen pagi di airport. Petugas menunjukkan ketidaksukaannya bahwa aku tidak mereservasi hotel buat tidur malam itu. Mungkin dia merasa aneh…

Read More Read More

Berlin

Berlin

Berlin dingin dan berangin, membuat aku lupa bahwa baru beberapa hari sebelumnya aku tersengat matahari di London dan Paris. Hampir dua minggu berjalan kaki dengan lutut cedera, bikin aku agak manja. Dari terminal bis, aku memilih naik taksi ke Hotel Altberlin di kawasan Potsdamer Platz di pusat kota Berlin. Dan kayaknya, selama di Euro Area ini, selain dari Vienna Airport, aku selalu bayar taksi sebesar €15. Hotel Altberlin bergaya klasik, tapi bukan yang bergaya keren kayak Lohmühle di Bayreuth. Kesannya malah…

Read More Read More

UEFA Euro 2012

UEFA Euro 2012

Wow! Ternyata, dari 5 negara yang kami kunjungi dalam sesi Europe 2012, empat di antaranya masuk Perempat Final dalam UEFA Euro 2012! Kejutan memang terjadi pada Ceska, yang sempat kalah 1-4 dari Russia di awal kompetisi; tapi ia cepat mengejar ketinggalan dengan mengalahkan Polandia, sementara Russia justru kalah melawan Yunani. Satu negara lagi, Austria, malah tidak lolos kualifikasi untuk Euro 2012. Well, on ne peut pas bon en tout. Tapi, kata taxi driver di Wina sendiri: “Rakyat kami memang lebih…

Read More Read More

Bayreuth

Bayreuth

Dresden sebenarnya merupakan kota bersejarah yang masih berkait dengan kota2 tujuan perjalanan sesi ini. Dresden pernah menjadi tempat tinggal Wagner selama beberapa tahun. Tannhauser dan Die Fliegende Hollander disusun di sini. Namun kemudian Wagner melibatkan diri sebagai salah satu pemimpin dalam pemberontakan kaum anarkis di tahun 1849, yang kemudian ditumpas tentara Prussia. Peristiwa ini membuat Wagner kehilangan karir, menjadi buron, dan hidup berpindah2 dalam tahun2 berikutnya: Paris, Zurich, dst. Selama hidup serba kekurangan dalam pengasingan, Wagner justru dapat menyelesaikan sebagian…

Read More Read More

Wien

Wien

Dari pesawat Vuelling, aku bisa menikmati pemandangan pegunungan Alpen yang puncak dan lerengnya masih dipenuhi garis-garis salju di akhir musim semi ini. Namun tak lama pesawat mulai merendah, dan pemandangan berubah menjadi padang2 dan ladang hijau yang luas, diselingi kota2 dan desa2 kecil. Lalu pesawat mendarat di Flughafen Wien — Bandara Wina. Wien, Vienna, Vienne, atau biarlah kutulis versi Indonesianya: Wina. Ibukota Austria ini ada di timur laut negara; berada tak jauh dari kota Bratislava yang merupakan ibukota Slovenska. Mendarat di…

Read More Read More

Praha

Praha

Kereta api dari dan ke Praha secara unik dinamai menurut para seniman dan komposer. Kereta dari Wina ke Praha pukul 14:33 itu berjudul Smetana. Serasa jadi mendengar simfoni Ma Vlast dari Bedrich Smetana yang mengantar ke Sungai Vltava. Melintas perbatasan, kereta memasuki kota Breclav, Brno, Ceska Trebova, lalu berbelok ke barat, melintasi ladang di samping bukit yang berkelok — seragam tapi tak membosankan. Akhirnya masuk ke kota Praha. Konon di bagian baru kota Praha, banyak orang2 usil. Tapi orang usil tak kurang…

Read More Read More

Paris

Paris

Petugas imigrasi di stasiun St Pancras itu betul-betul salinan dari prototype petugas Perancis: setengah baya, tirus, serius, bertopi kaku, menatap tajam tanpa emosi, lalu memberikan stempel pada passport di sebelah visa Schengen. Lalu kereta meninggalkan London, dan dalam dua jam memasuki Paris Gare du Nord. Gare du Nord besar, dan indah dari luar. Tapi dari dalam, sesak dan tak teratur. Aku segera keluar. Hotelku hanya 1 km dari stasiun ini. Jadi kami memutuskan berjalan kaki ke hotel di kawasan Montmartre…

Read More Read More