Oxford

Oxford

Bosan di London, kami memutuskan melompat sebentar ke salah satu kota kecil. Alternatifnya adalah Cambridge, Bath, Oxford, atau salah satu kota di pantai selatan. Tapi cuaca masih panas untuk ke pantai, dan dari tiga alternatif sisanya, hanya Oxford yang belum dijelajahi. Maka Oxford. Cambridge, sudah pernah. Lagipula Cambridge cuma jembatan (bridge) di atas sungai Cam. Kalaw Oxford kan … cuma sungai dangkal tempat penyeberangan (ford) lembu liar (ox). Hahah. Perjalanan ke Oxford pun tak terlalu serius. Tak perlu naik National Express yang serius amat itu. Cukup dengan bis tingkat Oxford Tube berwarna merah mirip bis kota, dari Victoria atau Hyde Park. Harga return ticket ¬£16 per orang, dan dalam 1 jam, kami telah memasuki kota mungil ini. Dasar usil; yang...

London

London

Masuk ke London tak semudah tahun2 sebelumnya. Pengurusan visa, yang dulu hanya memerlukan 1, 2, 3 hari, kini memakan waktu hingga 3 minggu. Konon karena banyaknya kunjungan ke UK akibat summer yang konon sangat cerah dan persiapan Olimpiade Juli 2012. Lamanya pengurusan visa ini sempat membuat persiapan perjalanan cukup terkacaukan :). Namun, saat pesawat QR-011 mendarat di Heathrow, kejutan menanti. Pertama, antrian di imigrasi ternyata tidak panjang. Jauh lebih pendek daripada antrian di Stansted tahun 2010 misalnya. Aku belum tahu bagaimana mereka melakukan pengelolaan di salah satu airport tersibuk di dunia ini. Tapi selain di imigrasi, antrian pengambilan bagasi pun pendek dan cepat. Lalu dengan beberapa langkah (termasuk lift) saja, kami sudah berapa di...

Euro 2012 Plan

Euro 2012 Plan

Pertengahan tahun ini, kami berencana ke Eropa. Karena kami sudah meluangkan lebih dari seminggu di Inggris Raya di tahun 2010, seharusnya kami tidak perlu lagi mengunjungi negeri keren ini. Tapi ternyata tupai-tupai di Greenwich masih kangen melihat kami. Jadi akhirnya kami justru akan memulai petualangan Eropa ini di kota London. Tentu artinya jatah berkeliling Eropa terpotong sedikit. Minggu pertama akan kami habiskan di Inggris dan Perancis. Inggris akan difokuskan di kota London dan kota-kota kecil di sekitarnya saja. Kota yang kami pilih adalah Oxford, Bath, atau Cambridge. Mungkin tak lagi mengunjungi Coventry tahun ini. Sebagai travgeek, kami akan berfokus ke hal-hal yang jadi minat utama kami: sains, filosofi, dan sejarah di sekitarnya. Museum of Natural...

The Northern Echo

The Northern Echo

Ternyata, selain di Darlington and Stockton Times, Dan Howlet akhirnya benar2 memasang kisah kesintinganku di The Northern Echo. Bahkan di tanggal yang sama dengan Darlington and Stockton. Aku ingat sekali waktu itu artikel ini tak ditemukan di The Northern Echo. Mungkin ada penataan arsip dll yang membuat artikel ini masuk ke sini. Asik nggak sih, kalau aku iseng2 ke Darrowby a.k.a. Thirsk lagi?...

Miraikan The Future Museum

Miraikan The Future Museum

Ada yang sulit dimengerti dari buku Geek Atlas. Saat orang2 Inggris sibuk memasukkan banyak research centre dan science museum di berbagai kota ke dalam buku itu, orang Jepang malah memasukkan tempat shopping semacam Akihabara. Andai aku yang jadi koresponden Jepang, aku akan memasukkan setidaknya Science Museum di Chiyoda, dan The Future Museum di Odaiba. Aku sendiri cuma punya waktu singkat di Tokyo, dan atas rekomendasi seorang rekan hanya memilih mengunjungi Odaiba. Odaiba sendiri adalah pulau buatan di lepas Teluk Tokyo, dengan posisi seolah melindungi kota Tokyo dari berbagai ancaman dari laut. Pulau ini mulai dibuat di abad ke-19, namun mulai intens digunakan di akhir abad ke-20. Berbeda dengan Tokyo yang amat padat, suasana Odaiba sungguh lapang, dengan...

Travelling Geek

Travelling Geek

Biasanya perjalanan wisata dipandu oleh buku dari Lonely Planet, atau dari ensiklopedi WikiTravel. Tapi ternyata O’Reilly pernah juga menerbitkan buku “The Geek Atlas” yang juga dapat digunakan buat menarik minat berwisata ke lokus para geek, atau untuk melihat sisi geek dari kota yang kebetulan sedang kita hinggapi. Sayangnya, buku ini US-centric, jadi sekitar 40% obyek yang ditampilkan berada di US :). Dan dari 60% sisanya, i.e. 20 negara, Indonesia belum termasuk. Yang buat aku menarik, adalah bahwa aku bisa membandingkan tempat2 yang kebetulan pernah tak sengaja terkunjungi, dengan ulasan di buku ini. Ini beberapa di antaranya (mengikuti urutan dalam buku ini): Paris: Menara Eiffel. Dari sisi estetika, banyak yang tak menyukai menara ini. Ia...

Haneda

Haneda

Travel blog itu tak mudah buat aku. Selama traveling, aku tak akan banyak membuang waktu untuk mencatat. Apalagi online. Tapi di ujung perjalanan, hutang tulisan (hutang ke diri sendiri) jadi menumpuk :). Dan karena blog bukan travel book, kita tak akan menuliskan seluruh experience kita juga — hanya beberapa highlight. Atau bikin buku sekalian? Wkwkwk. Daripada bikin buku jelek, mending gak usah ah :). OK. ini beberapa kesan yang aku coret sedikit dari travel ke Kyoto minggu lalu. Tak seperti traveler beneran, aku tak leluasa memilih waktu perjalanan. Ini adalah business trip tempat aku harus mempersiapkan laporan dan memberikan presentasi di tempat dan waktu yang sudah dijadwalkan. Jadi aku tak bebas memilih musim terbaik atau tarif termurah. Tak keduanya...