Paris

Paris

Petugas imigrasi di stasiun St Pancras itu betul-betul salinan dari prototype petugas Perancis: setengah baya, tirus, serius, bertopi kaku, menatap tajam tanpa emosi, lalu memberikan stempel pada passport di sebelah visa Schengen. Lalu kereta meninggalkan London, dan dalam dua jam memasuki Paris Gare du Nord. Gare du Nord besar, dan indah dari luar. Tapi dari dalam, sesak dan tak teratur. Aku segera keluar. Hotelku hanya 1 km dari stasiun ini. Jadi kami memutuskan berjalan kaki ke hotel di kawasan Montmartre itu. Sempat harus bertanya2 ke orang2 di jalan. Syukur, kemampuan Bahasa Perancis-ku yang cuma sampai Level 2 masih bisa digunakan sekedar buat bertanya jalan. Berminat melihat Eiffel menantang matahari senja, aku memutuskan naik taksi. Tak jauh, jadi...

Au Pays des Gaulois

Au Pays des Gaulois

Salah satu kesukaan yang tak sengaja dimulai adalah mengkoleksi buku Le Petit Prince dari Antoine de Saint-Exupéry dalam berbagai bahasa. Minggu lalu masuk koleksi terakhirku: Ar Priñs Bihan, dalam bahasa Brezhhoneg, atau bahasa Breton, atau dalam bahasa yang mungkin kita lebih akrab: Bahasa Galia Celtic :). Sambil asik membacai bukunya (haha), aku tak sengaja tersadar: ini negeri yang sebenarnya cukup istimewa buat aku :). Beberapa rekan pernah bilang bahwa aku belum pernah beperjalanan ke luar Indonesia atas biaya Telkom. Tentu ini tidak benar. Justru perjalanan perdanaku ke luar Indonesia adalah atas perintah Telkom. Berempat, kami disuruh belajar transmisi pada core network di Lannion (Perancis) dan access network di Toledo (Spanyol). Air France...

Un Weekend à Paris

Sebelum ada blog, aku sudah memulai blog secara offline. Salah satu blog lebih mirip tumblelog: dengan tempel2an peta, kliping berita, tiket, dll. Kebetulan itu adalah blog (eh agenda) di tahun di mana aku pertama kali boleh jalan ke luar Indonesia. Dua minggu aku di Eropa: seminggu di Perancis (Lannion & Paris) dan seminggu di Spanyol (Madrid & Tolédo). Di bawah ini adalah catatan weekend yang memisahkan minggu Perancis dengan minggu Spanyol. Pesawat TAT yang terus berguncang ini akhirnya mendarat di Orly. Kita meneruskan perjalanan dengan bis ke Paris. Vendredi soir, trafik di kota Paris padat sekali, termasuk di lorong-lorong bawah tanahnya. Aku diinapkan di Hotel Ibis Clichy, daerah Montmartre, dengan sewa per kamar 495 F/night, dengan tempat tidur...