Nihonjin

Nihonjin

Tulisan yang terlambat beberapa tahun. Tapi rasanya masih punya hutang kalau belum ditulis di sini. Plus nantinya beberapa versi buat negara lain. Jadi, ini kesan atas orang-orang di Jepang, dalam amatan bulan Juni 2011. Imigrasi Haneda Petugas imigrasi (cowok, usia sedang) benar-benar memeriksa di hotel mana aku akan menginap malam itu. Waktu itu, hampir tengah malam. Dan aku memutuskan menunggu Shinkanzen pagi di airport. Petugas menunjukkan ketidaksukaannya bahwa aku tidak mereservasi hotel buat tidur malam itu. Mungkin dia merasa aneh ada orang mau membuang 6 jam sia-sia di airport. Douane Haneda Petugas (cewek, usia sedang) menanyakan tujuan kunjungan. Aku sampaikan, aku akan menghadiri summit. Dia lihat jaket travelingku dan koper kecilku. Sopan, dia minta...

Kyoto & Nara

Kyoto & Nara

Negeri2 di Jepang mula2 dipersatukan sebagai federasi yang lemah pada abad ke-6. Baru di abad ke-8, kekaisaran yang kuat terbentuk dengan ibukota di Nara. Pemerintahan Nara harus berbagi kekuatan dengan bangsawan Fujiwara dan agamawan Buddha, sehingga harus berpindah ke Nagaoka selama 10 tahun, lalu akhirnya berpijak di Kyoto. Kaisar beristana di Kyoto selama 1000 tahun. Namun pemerintahan praktis dipegang oleh kekuatan militer samurai yang dipimpin shogun, yang tak selalu berpusat di Kyoto. Kekuasaan shogun terlama adalah dinasti shogun Tokugawa. Ini baru berakhir pada abad ke-19, saat AS memaksa membuka isolasi Jepang, dan shogun yang terkalahkan dijatuhkan sekelompok samurai dalam revolusi yang disebut Restorasi Meiji. Kaisar Mutsuhito yang masih muda...

Kyoto

Kyoto

Bumi bulat itu menarik, membuat banyak hal tak disangka. Di Indonesia, negara di Asia Timur di selatan khatulistiwa, orang mengarah kiblat ke barat agak utara. Tapi di Jepang, negara di Asia Timur, jauh di utara khatulistiwa, arah kiblat juga ke barat agak utara. Tampak tak logis dengan peta dua dimensi, tapi amat logis dilihat di bola dunia :). Hal ini yang terpikir saat aku akhirnya berhasil masuk ke kamarku di Righa Hotel, di tengah kota tua Kyoto, setelah perjalanan panjang via udara dari Jakarta, KL, Tokyo, disusul dengan Shinkanzen ke kota ini. Perjalanan dari Tokyo ke Kyoto menghabiskan sekitar ¥12.000. Tapi cukup menarik, kerna aku jadi sempat melirik Gunung Fuji nan terkenal akan bentuknya yang simetris menjulang itu. Shinkanzen memungkinkan Tokyo-Kyoto...