Paris

Paris

Petugas imigrasi di stasiun St Pancras itu betul-betul salinan dari prototype petugas Perancis: setengah baya, tirus, serius, bertopi kaku, menatap tajam tanpa emosi, lalu memberikan stempel pada passport di sebelah visa Schengen. Lalu kereta meninggalkan London, dan dalam dua jam memasuki Paris Gare du Nord. Gare du Nord besar, dan indah dari luar. Tapi dari dalam, sesak dan tak teratur. Aku segera keluar. Hotelku hanya 1 km dari stasiun ini. Jadi kami memutuskan berjalan kaki ke hotel di kawasan Montmartre itu. Sempat harus bertanya2 ke orang2 di jalan. Syukur, kemampuan Bahasa Perancis-ku yang cuma sampai Level 2 masih bisa digunakan sekedar buat bertanya jalan. Berminat melihat Eiffel menantang matahari senja, aku memutuskan naik taksi. Tak jauh, jadi...

Travelling Geek

Travelling Geek

Biasanya perjalanan wisata dipandu oleh buku dari Lonely Planet, atau dari ensiklopedi WikiTravel. Tapi ternyata O’Reilly pernah juga menerbitkan buku “The Geek Atlas” yang juga dapat digunakan buat menarik minat berwisata ke lokus para geek, atau untuk melihat sisi geek dari kota yang kebetulan sedang kita hinggapi. Sayangnya, buku ini US-centric, jadi sekitar 40% obyek yang ditampilkan berada di US :). Dan dari 60% sisanya, i.e. 20 negara, Indonesia belum termasuk. Yang buat aku menarik, adalah bahwa aku bisa membandingkan tempat2 yang kebetulan pernah tak sengaja terkunjungi, dengan ulasan di buku ini. Ini beberapa di antaranya (mengikuti urutan dalam buku ini): Paris: Menara Eiffel. Dari sisi estetika, banyak yang tak menyukai menara ini. Ia...

Un Weekend à Paris

Sebelum ada blog, aku sudah memulai blog secara offline. Salah satu blog lebih mirip tumblelog: dengan tempel2an peta, kliping berita, tiket, dll. Kebetulan itu adalah blog (eh agenda) di tahun di mana aku pertama kali boleh jalan ke luar Indonesia. Dua minggu aku di Eropa: seminggu di Perancis (Lannion & Paris) dan seminggu di Spanyol (Madrid & Tolédo). Di bawah ini adalah catatan weekend yang memisahkan minggu Perancis dengan minggu Spanyol. Pesawat TAT yang terus berguncang ini akhirnya mendarat di Orly. Kita meneruskan perjalanan dengan bis ke Paris. Vendredi soir, trafik di kota Paris padat sekali, termasuk di lorong-lorong bawah tanahnya. Aku diinapkan di Hotel Ibis Clichy, daerah Montmartre, dengan sewa per kamar 495 F/night, dengan tempat tidur...