Travelling Geek

Travelling Geek

Biasanya perjalanan wisata dipandu oleh buku dari Lonely Planet, atau dari ensiklopedi WikiTravel. Tapi ternyata O’Reilly pernah juga menerbitkan buku “The Geek Atlas” yang juga dapat digunakan buat menarik minat berwisata ke lokus para geek, atau untuk melihat sisi geek dari kota yang kebetulan sedang kita hinggapi. Sayangnya, buku ini US-centric, jadi sekitar 40% obyek yang ditampilkan berada di US :). Dan dari 60% sisanya, i.e. 20 negara, Indonesia belum termasuk. Yang buat aku menarik, adalah bahwa aku bisa membandingkan tempat2 yang kebetulan pernah tak sengaja terkunjungi, dengan ulasan di buku ini. Ini beberapa di antaranya (mengikuti urutan dalam buku ini): Paris: Menara Eiffel. Dari sisi estetika, banyak yang tak menyukai menara ini. Ia...

Taipei

Taipei

Biasanya penerbangan pilihanku tak jauh dari Garuda Indonesia dan Air Asia. Kebetulan perjalanan ke Taipei ini dibiayai oleh organiser; jadi tentu Garuda Indonesia jadi pilihan pertama. Sayangnya, Garuda belum memiliki penerbangan langsung ke Taipei. Alih2, dia menawarkan partner airline-nya, yaitu China Airline. Jujur, aku nggak tahu ini punya Cina yang mana. Tapi yang jelas, jadwal yang dia berikan nggak ada yang match. Jadi aku balik ke jalur online. Coba Air Asia, nggak ada jadwal yan genak juga. Harus menginap semalam di Kualalumpur. Mengincar Tunes Hotel, penuh pada malam itu. Kebayang kesulitan cari hotel kayak zaman Eyjafjallajokull itu. Akhirnya, ambil pilihan berikutnya: Singapore Airline. Kali ini jadwalnya agak pas. Transit di Singapore. OK juga....