Hotel Ibis

Hotel di UK tak sulit dicari. Ada Google dan sekian belas situs yang menawarkan hotel2 yang baik, murah, atau keduanya. Tadinya aku mau mencobai berbagai hotel. Tapi setelah perubahan planning berulang kali, dan setelah sempat reschedule juga, akhirnya tak sengaja semua hotel yang aku ambil adalah Hotel Ibis: Cardiff, Coventry, dan York. Hanya di London kami tak menginap di hotel, tetapi di Wisma Siswa Merdeka. Hotel Ibis Cardiff Hotel Ibis Coventry Centre Hotel Ibis YorkCentre Hotel Ibis sangat pas untuk turis kayak aku. Tempatnya nyaman, bersih, dan fungsi2 perangkat di dalamnya OK. Tempat tidur yang selalu bersih, kamar mandi yang bersih dan berfungsi baik, pemanas ruangan yang cepat menghangati ruangan (hey, masih dinginnnn di luar sana), colokan listrik yang...

From South Wales to West Midlands

Tak heran kalau seorang penulis terkenal pun menyangka James Herriot tinggal di Edensor, atau tempat lain di Britania Raya ini. Melintasi jalan2 utama di luar kota, kita dipameri pemandangan yang bergaya Herriot: perbukitan yang hijau dan luas, jalan desa berliku, pagar2 membatasi wilayah peternakan yang luas, rumput hijau melebar, dan belasan hingga puluhan ternah yang dilepas bebas di atasnya untuk menikmati makanan segar di musim semi. Kuda coklat dan hitam, lembu coklat dan hitam dan belang, domba berbulu putih tebal. Pemandangan seperti ini tampak bahkan hingga ke Wales. Enggan rasanya memejamkan mata dalam bis yang kencang dan bergoncang, dalam perjalanan dari London ke South Wales dan kemudian ke West Midlands. Di perjalanan ini, kami agak menghindari kota...

Cardiff, Wales

Cardiff, Wales

April berganti Mei, dan aku melewatkan tengah malam berpurnama itu di fasilitas UK Border. Biasanya kita menamainya loket imigrasi. Tapi petugas di dalamnya terlalu ramah untuk sebuah loket jawatan pemerintah. Setelah bincang singkat itu, kami masuk ke baggage claim di Stansted Airport. Melaporkan diri sejenak ke Twitter, kami membeli £££, melontar ke bus station di bawah, lalu meluncur ke Victoria. National Express dengan kejam menurunkan kami di halte di jalan gelap di Victoria. Bukan di dalam coach station. Malam beku, dan aku belum siap dengan lapisan2 baju hangat. Berjalan 3 blok, kami masuk ke coach station. Si coach mengikuti kami, haha. Prosedur atau pelit? Victoria coach station sendiri terlalu beku untuk diceritakan. Sepasang pengunjung yang seperti...

Revisi D

Sudah jadi mirip skripsi atau konfigurasi network, kalau kita sampai harus membuat Revisi D. Tapi ternyata Revisi C memang menyulitkan eksekusi. Jadi, inilah dia Revisi D: Lucunya, Revisi D sebenarnya adalah rencana awal sebelum Plan A. Jadi Plan A sebenarnya Revisi A :). Sekarang jalur perjalanan dibalik kembali. Dan kami hanya menghabiskan sekitar 1 jam di bulan April di UK. Sisanya bulan Mei. 1 Mei. NX509 London – Cardiff. Menginap di Ibis Cardiff. Dan punya siang sampai malam di kota Cardiff. 2 Mei. Pagi di Cardiff. NX322 Cardiff – Birmingham. Berjalan2 di Birmingham, lalu naik bis atau kereta lokal ke Coventry. Menginap di Ibis Coventry Centre. 3 Mei. Menikmati hari di Coventry. 4 Mei. Berjalan2 ke luar kota Coventry (Warwick, Leamington,...

Thirsk or Bust

Some days ago, the prominent blogger Iman Brotoseno suddenly asked me whether I have an interest of flying to London. A crazy question. I almost considered nothing before answering with only one word: Deal. In the following correspondence, Iman told me the T&C. Air Asia will pay the flight ticket for me, and only the ticket. I will have to pay all the taxes, the accomodation, visa application, and anything else. I must also plan the travel, and I will have to blog it, with a link to Air Asia. I might go with a partner, but the partner I chose must be a non-newbie blogger, who must also report on blog. Coincidentally, my partner is a long-time blogger too. Here we go! It needed days before I could actually get  the ticket from Kualalumpur to London Stansted...